|
TUGAS
MAKALAH IPS
|
|
Kebudayaan Bengkulu
|
|
|
|
|
|
Dian Nurul Qolbi
|
|
XII Kimia 2
|
SMK NEGERI 1 GUNUNG PUTRI
Jalan Barokah No.06 Wanaherang Gunung
Putri Kab. Bogor 16965
Telp.(021) 8673310 e-mail : smkn1gnp@smkn1gnputri.sch.id
Website : www.smkn1gnputri.sch.id

DAFTAR ISI
Cover………………………………………………………..
Peta Wilayah
Bengkulu…………………………………..
Daftar
Isi…………………………………………………………..
Bab I
Pendahuluan
1.1 Sejarah……………………………………………….
1.2 Luas wilayah dan jumlah penduduk Bengkulu…………..
1.3 Kepala Daerah Brngkulu
2014…………………………………………
Bab II Isi
2.1 Sistem peralatan hidup………………..
2.2 Sistem kekerabatan……………………………….
2.3 Sistem mata pencaharian………………………………
2.4 Bahasa…………………..
2.5 Kesenian…………………..
Bab III
3.1 Kesimpulan………………………….
3.2 Saran…………………………
Daftar
pustaka……………………………………………………………….
Bab
I Pendahuluan
|
Bengkulu
|
|||
|
|
|||
|
Ibu kota
|
|||
|
Pemerintahan
|
|||
|
• Gubernur
|
|||
|
Area
|
|||
|
• Total
|
19.788.70 km2(7,640.46 mil²)
|
||
|
Demografi
|
|||
|
Rejang (60,36%)
Jawa (22,31%) Serawai (17,87%) Melayu Bengkulu (7,93%) Lembak (4,95%) Minangkabau (4,28%) Sunda (3,01%) Lain-lain (18,29%) [1] |
|||
|
• Agama
|
|||
|
• Bahasa
|
|||
|
9
|
|||
|
1
|
|||
|
Pusako
Bubung Limo
|
|||
|
Keris
Bengkulu
|
|||
|
Situs
web
|
|||
1.1 Sejarah Bengkulu
Bengkulu
(bahasa Belanda: Benkoelen atau Bengkulen, bahasa Inggris: Bencoolen, bahasa
Malaysia: Bangkahulu, bahasa Rejang: Bekulew/Bekulaw), terletak di bagian barat
daya pulau Sumatera adalah sebuah provinsi yang terletak di Pulau Sumatera,
Indonesia. Di sebelah utara berbatasan dengan Sumatera Barat, di sebelah timur
dengan Jambi dan Sumatera Selatan, sedangkan di sebelah selatan dengan Lampung.
Zaman prasejarah
Bengkulu sudah dihuni manusia. Para pendatang dari Asia berbaur dengan manusia
purba sekitar 4000 – 2000 SM. Sebagian masuk ke pedalaman, sementara yang lain
menghuni daerah pantai. Ini merupakan cikal bakal suku bangsa Neo-Malayan.
Bagian suku bangsa itu antara lain : suku Rejang (Rejang Lebong dan Bengkulu
Selatan), Serawai / Pasemah (Bengkulu Selatan), Kaur (Bintuhan), Lembak di Kota
Bengkulu dan sekitar Kepala Curup). Bengkulu (Kota Bengkulu) dan suku Katahun
(Muko-muko).
·
Bengkulu
Di Masa Awal Kedatangan Islam
Islam masuk ke Bengkulu
pada abad XV (dari jawa). Perang Bengkulu-Aceh terjadi dua kali pada abad XVI
dan XVII. Kesultanan-kesultanan di Bengkulu ketika itu: Selebar, Sungai Limau,
dan Anak Sungai. Armada Aceh membuka serangan ke Selebar. Kapal induk Aceh
menunggu di laut bersama induk pasukan, sedangkan kapal-kapal yang lebih kecil
memasuki Sungai Serut. Pihak Selebar mampu menahan serangan itu karena menutup
Sungai Serut dengan rintangan sehingga kapal induk Aceh tidak mampu memberi
bantuan pada pasukannya yang lebih dahulu masuk.
·
Masuknya
Kolonial Ke Bengkulu
1664 – VOC mendirikan
perwakilan di Bengkulu, namun enam tahun kemudian Belanda menutup sementara
kantornya dan dibuka kembali tahun 1824.
24 Juni 1685 Inggris
masuk ke Bengkulu, namun mereka mendarat di Pulau Tikus ( 1 km dari kota pusat
kota Bengkulu) dan disambut oleh agen niaganya. Mereka tidak masuk ke pelabuhan
Selebar (daerah Pulau Baai) karena kapal Sultan Banten dan kapal Belanda sedang
bersandar di sana.
16 Agustus 1695
Perjanjian Inggris – Bengkulu ditandatangani. Isinya monopoli lada, izin membangun
loji, dan mengadili penduduk yang berbuat salah. Inggris terus memperluas
wilayahnya sampai ke Muko-muko.
1692 Inggris mendirikan
pos di Triamang, Lais, Ketahun, Ipuh, Bantal, Seblat (1700), selanjutnya Pada
tahun 1701 mereka memperluas daerah ke arah Seluma, Manna, Kaur, dan Krui.
1718 Inggris membangun
benteng Marlborough, sebelumnya sudah didirikan benteng York. Rakyat Bengkulu
merupakan ancaman bagi Inggris. Di Bantal, Muko-muko, pemberontakan rakyat
dipimpin Sultan Mansyur dan Sultan Sulaiman. Itu sebabnya Inggris merasa perlu
membangun benteng tersebut. Pemberontakan itu (1719) membuat Inggris kawatir
dan akhirnya meninggalkan Bengkulu.
1724 Inggris kembali
lagi. Dengan perjanjian yang lebih lunak yang di tanda tangani pada 17 April
1724
15 Desember 1793
Captain Hamilton, pimpinan Angkatan Laut Inggris dibunuh rakyat Bengkulu. Dan
pada 1807 rakyat Bengkulu kembali membunuh Residen Thomas Parr.
17 Maret 1824 Traktaat
London (Perjanjian London) yang berisikan pertukaran daerah koloni antara
Inggris dan Belanda. Tercantum, Bengkulu diserahkan kepada Belanda oleh Inggris
dan Belanda menyerahkan Singapura kepada Inggris.
Dalam perjalanan
sejarah Indonesia, Provinsi Bengkulu juga mempunyai peranan yang menonjol.
Menurut catatan Prof. DR. Haji Abdullah Siddik (Sejarah Bengkulu : 1500-1990,
Balai Pustaka, 1996), di era penjajahan, Bengkulu sudah menyita perhatian
negara-negara kolonilis Barat, terutama karena hasil buminya yang melimpah.
Tahun 1511 para pedagang Eropa terutama Inggris dan Belanda mulai ramai
melakukan pelayaran menyusuri pantai Barat Sumatera dari Aceh, melalui Selatan
Sunda lalu ke Banten.
Tahun 1685, dengan
alasan perluasan kebun lada Inggris mulai menetap di Bengkulu. Saat itulah
dimulai era tanam paksa lada terhadap rakyat. Tercatat, Inggirs bertahan selama
139 tahun di Bengkulu. Penderitaan rakyat Bengkulu terus berlanjut dengan
peralihan kekuasaan dari Inggris kepada Belanda, tahun 1724, sebagai
konsekwensi perjanjian mereka (Traktat London). Bahkan kekejaman penjajah
memuncak saat Jepang menguasai Tanah Air.
Pendudukan tanpa rasa
kemanusiaan itu tidak hanya melahirkan penderitaan bagi rakyat. Tapi juga
membangkitkan perlawanan akibat telah diinjak-injaknya nilai luhur dan tradisi
luhur masyarakat sekitar. Lebih seabad kemudian, aksi heroik menentang
penjajahan masih terus bisa disaksikan. Sumbangsih rakyat Bengkulu terhadap
kemerdekaan Indonesia tidak bisa begitu saja dihilangkan. Termasuk dalam
periode mempertahankan kemerdekaan.
23 Februari 1942 Jepang
masuk kota Curup dan terus ke kota Bengkulu dan banyak membantai rakyat.
·
Bengkulu
Di Masa Setelah Kemerdekaan
Bengkulu yang
ditetapkan sebagai provinsi pada 18 November 1968 itu, kini memiliki sepuluh
kabupaten/kota, yakni Kota Bengkulu, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Lebong,
Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Mukomuko, Kabupaten
Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Kaur dan Kabupaten
Seluma.
Bengkulu juga menjadi
salah satu mata rantai yang selalu dicatat oleh sejarah. Salah satu alasannya
karena di bumi Rafflesia ini pula, Soekarno presiden pertama Republik Indonesia
pernah menjalani pengasingan oleh pemerintah kolonial, selama empat tahun,
1938-1942. Seokarno kemudian menemukan cintanya di sini. Dia terpikat hati
dengan salah seorang putri warga Muahammadiyah bernama Fatmawati. Putri yang
dilahirkan di Desa Malabero, Kota Bengkulu, 5 Februari 1923 ini merupakan anak
tunggal dari pasangan Hasan Din (Tokoh Muhammadiyah Bengkulu) dan Siti
Chadijah.
Seokarno menikahi
Fatmawati tahun 1943, ketika itu Fatmawati tepat menginjak usia 20 tahun.
Pasangan itu dikaruniai lima anak, yakni Guntur Soekarnoputra, Megawati
Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh
Soekarnoputra.
Ketika Seokarno menjadi
Presiden Republik Indonesia, Ibu Fatmawati menjadi seoranh ibu negara. Bendera
pusaka merah-putih yang dikibarkan saat Proklamasi 17 Agustus 1945 tak lain
adalah jahitan tangan Bu Fatmawati.
Pada tanggal 18
November 1968, atas dasar UU No. 9/1967 Junkto Peraturan Pemerintah No. 20/1968,
Keresidenan Bengkulu diresmikan menjadi salah satu Provinsi di Republik
Indonesia yang ke-26 dengan Ali Amin sebagai Gubernur Bengkulu.
1.2 Luas wilayah dan jumlah penduduk
Bengkulu
Luas wilayah bengkulu adalah
19.788.70 km2 (7,640.46 mil²). Jumlah
penduduk Provinsi Bengkulu 2.010.172 jiwa.
1.3 Kepala daerah Bengkulu 2014
·
Gubernur :

Nama : H. Junaidi Hamsyah, S.Ag.
M.Pd
Jabatan : Guru Mata Pelajaran
Pangkat/Gol.Ruang : Penata Tk.I
(III/d)
TTL : Tebat Pacur, 04 Februari 1970
NIP : 197002042000121002
Pendidikan :
1. SD Negeri Tebat Pacur, lulus tahun 1983 Pendidikan
2. SMP Negeri Lubuk Durian lulus tahun 1986
3. PGA Negeri Kota Bengkulu lulus tahun 1989
4. IAIN Raden Fatah Bengkulu Fak. Tarbiyah lulus tahun 1996
5. Universitas Bengkulu FKIP. Prodi MMP lulus tahun 2009
1. SD Negeri Tebat Pacur, lulus tahun 1983 Pendidikan
2. SMP Negeri Lubuk Durian lulus tahun 1986
3. PGA Negeri Kota Bengkulu lulus tahun 1989
4. IAIN Raden Fatah Bengkulu Fak. Tarbiyah lulus tahun 1996
5. Universitas Bengkulu FKIP. Prodi MMP lulus tahun 2009
·
Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu

Nama
Lengkap : Sultan Baktiar Najamudin
Tempat /
Tanggal Lahir : Anggut Bengkulu Selatan, 11 mei 1979
Jenis
Kelamin : Laki - Laki
Agama :
Islam
Status
Perkawinan : Belum Kawin
Alamat
Tempat Tinggal : Jl. mahakam 3 no. 10 Rt.015 Rw. 003 Kelurahaan Jalan Gedang,
Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu
Riwayat Pendidikan :
a. SD
Negeri Gedung Agung Pino
b. SMP
Negeri Ulu Talo
c. SMA
Negeri 1 dan 3 Manna
d. s1
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UI
e. S2
Program Pasca Sarjana Universitas Prof. DR. Mustopo ( Beragama )
Riwayat Pekerjaan :
a. Anggota
DPD-RI Tahun 2009 - 2014
b. Komisaris
ASA KARYA GROUP
c. Pimpinan
Perusahaan Majalah EKBIS
d. CEO
Majalah Healt News
Bab
II Isi
2.1
Sistem
peralatan hidup
2.2
Sistem
kekerabatan
2.3
Sistem
mata pencaharian
Mata
pencaharian utama penduduk Bengkulu adalah pertanian, dimana lebih dari 70
persen berkerja dalam bidang tersebut. Ini dapat dilihat dari distribusi
Pendapatan Domestik Bruto Bengkulu yang didominasi sektor pertanian sebesar
42,79 %.
Pemerintah
Provinsi sendiri sebenarnya telah menyadari bahwa salah satu hambatan dalam
penanggulangan kemiskinan adalah keterbatasan akses masyarakat terhadap sumber
daya alam/produksi. Tetapi yang terjadi di lapangan sebenarnya pengambil
kebijakan semakin hari semakin mengurangi akses dan kontrol masyarakat terhadap
sumber daya alam/produksi tersebut.
Satu hal
yang selalu didengung-dengungkan oleh pemerintah, baik Provinsi maupun
Kabupaten adalah bagaimana mendatangkan investor apapun yang sebagian besar
bergerak dalam bidang eksploitasi sumber daya alam, misalnya HGU untuk
perkebunan besar, Kontrak Pertambangan, Izin eksploitasi kayu dan lainnya.
Perilaku ini sebenarnya semakin hari semakin menyingkirkan masyarakat adat dari
tanahnya sendiri karena izin-izin tersebut telah membuat masyarakat adat
kehilangan akses terhadap lahan pertaniannya.
Investasi-investasi
tersebut memang mendatangkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, tetapi
sebenarnya tidak dapat menjawab kebutuhan sehari-hari mereka. Pendapatan dari
bekerja di perkebunan atau pertambangan jauh lebih kecil bila dibandingkan
mereka dapat mengelola lahan secara mandiri. Investasi-investasi tersebut
sebenarnya yang menjadi penyebab utama pemiskinan masyarakat terutama masyarakat
adat di Bengkulu. Pola penanggulangan kemiskinan selama ini yang dilaksanakan
oleh pemerintah tidak memperlihatkan hasil nyata walaupun telah mengeluarkan
biaya sangat besar, karena tidak melihat akar masalah kemiskinan itu sendiri.
Meskipun
begitu masyarakat tetap dapat memanfaatkan lokasi-lokasi pariwisata mereka
untuk mendapatkan wisatawan agar berkunjung ke bengkulu, hal inilah yang
menyebabkan masyarakat bengkulu bersifat ramah, baik, blak-blakan, dan sebagai
informan meskipun watak keras mereka sering muncul dalam kondisi tertentu.
2.4
Bahasa
Terdapat
empat bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat Bengkulu, yakni : Bahasa
Melayu, Bahasa Rejang, Bahasa Pekal, Bahasa Lembak. Penduduk Provinsi Bengkulu
berasal dari tiga rumpun suku besar terdiri dari Suku Rejang, Suku Serawai,
Suku Melayu.
Suku Rejang adalah suku mayoritas di Bengkulu memiliki perbedaan yang
mencolok dalam dialek penuturan bahasa. Dialek Rejang Kepahiang memiliki
perbedaan dengan dialek Rejang di Kabupaten Rejang Lebong yang
dikenal dialek Rejang Curup, dialek Rejang Bengkulu Utara (identik dengan
dialek Rejang Curup), dan dialek Rejang yang penduduknya di wilayah kabupaten
Lebong. Secara kenyataan yang ada, dialek dominan Rejang terdiri tiga macam.
Dialek tersebut adalah sebagai berikut:
§ Dialek Rejang
Kepahiang
§ Dialek Rejang
Curup
§ Dialek Rejang
Lebong
Dari tiga pengelompokan dialek Rejang tersebut, saat
ini Rejang terbagi menjadi Rejang Kepahiang, Rejang Curup, dan Rejang Lebong.
Namun, meskipun dialek dari ketiga bahasa Rejang tersebut relatif berbeda, tapi
setiap penutur asli bahasa Rejang dapat memahami perbedaan kosakata pada
saat komunikasi berlangsung. Karena perbedaan tersebut seperti perbedaan dialek
pada bahasa Inggris Amerika, bahasa Inggris Britania, dan bahasa Inggris
Australia. Secara filosofis, perbedaan dialek bahasa Rejang terjadi karena faktor
jarak, faktor sosial, dan faktor psikologis dari suku Rejang itu sendiri. Hal
ini juga membuktikan bahwa tingkat persatuan dan kesatuan suku Rejang masih
sangat rendah jika dibandingkan dengan suku bangsa terdekat lainnya suku Lembak, suku Serawai, dan suku Pasemah.
2.5
Kesenian
Bengkulu memiliki kerajinan
tradisional batik besurek, yakni kain batik yang dihiasi huruf-huruf Arab
gundul dan diakui oleh pemerintah Republik Indonesia sebagi salah satu bagian
warisan budaya Republik Indonesia serta turut memperkaya khazanah budaya di
Indonesia. Kebudayaan Bengkulu memiliki beberapa ciri berbeda karena
dipengaruhi oleh suku-suku berbeda yakni kebudayaan Bengkulu Selatan/suku
Serawai, kebudayaan Rejang dan kebudayaan pesisir. Budaya tabot merupakan satu
kultur unik yang memadukan tradisi lokal dengan Islam Syiah secara kultural.
·
Tari
tradisional
Tari-tarian tradisional dari
Bengkulu antara lain:
ü Tari
Tombak Kerbau
ü Tari
Putri Gading Cempaka
ü Tari
Pukek
ü Tari
Andun
ü Tari
Kejei
ü Tari
Penyambutan
ü Tari
Bidadari Menimang Anak
ü Tari
Topeng
·
Seni musik
Seni musiknya adalah:
ü
Geritan, yaitu cerita sambil
berlagu.
ü
Serambeak, yang berupa
patatah-petitih.
ü
Andei-andei, yaitu seni sastra yang
berupa nasihat.
ü
Sambei, yaitu seni vokal khas suku
Rejang,biasanya untuk pesta perkawinan
Bab
III Kesimpulan dan Saran
3.1 Kesimpulan………………………….
3.2 Saran…………………………
DAFTAR PUSTAKA




lumayan thanks
BalasHapus